Toyota Umumkan Pergantian CEO, Kenta Kon Gantikan Koji Sato
Toyota Motor Corporation mengumumkan pergantian pucuk pimpinan perusahaan. CEO saat ini, Koji Sato, akan meninggalkan jabatannya dan digantikan oleh Chief Financial Officer Toyota, Kenta Kon.
Perubahan ini menjadi perombakan kepemimpinan kedua di Toyota dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Restrukturisasi manajemen tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April mendatang.
Dalam struktur baru, Koji Sato tidak sepenuhnya meninggalkan peran strategis. Ia akan mengemban jabatan sebagai wakil presiden sekaligus menduduki posisi baru sebagai Chief Industry Officer.
Berdasarkan penjelasan resmi perusahaan, pembagian peran ini dilakukan agar Sato dapat lebih fokus pada pengembangan industri secara luas, sementara Kenta Kon akan menangani pengelolaan internal Toyota sebagai presiden dan CEO.
Dalam konferensi pers, Kon menggambarkan perubahan tersebut dengan analogi olahraga. Ia menyebut Sato kini berperan sebagai “pelatih tim nasional”, sementara dirinya bertindak sebagai “manajer klub”.
Sementara itu, Sato menjelaskan bahwa restrukturisasi ini memungkinkan dirinya untuk berkonsentrasi pada tugas tambahan di luar Toyota, termasuk sebagai ketua Asosiasi Produsen Otomotif Jepang dan wakil ketua Keidanren, organisasi bisnis terbesar di Jepang.
Di jajaran manajemen keuangan, posisi CFO yang ditinggalkan Kon akan diisi oleh Yoichi Miyazaki yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden eksekutif.
Toyota juga mengonfirmasi akan ada perubahan lanjutan pada dewan direksi pada Juni 2026. Dalam agenda tersebut, Kon akan masuk sebagai direktur, sementara Sato akan mengundurkan diri dari kursi dewan.
Perusahaan menyatakan, seluruh penyesuaian struktur ini ditujukan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan serta mendorong transformasi Toyota menjadi perusahaan mobilitas yang lebih beragam.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Toyota merilis laporan keuangan kuartal yang berakhir pada Desember. Pendapatan penjualan tercatat sebesar 13,46 triliun yen atau setara 72,6 miliar euro, naik 8,6 persen secara tahunan.
Namun, laba operasional turun 2 persen menjadi 1,19 triliun yen atau sekitar 6,42 miliar euro, yang dipengaruhi dampak tarif impor Amerika Serikat.
Meski demikian, saham Toyota justru menguat sekitar 1,5 persen setelah pengumuman resmi disampaikan ke publik.
Untuk setahun penuh, Toyota menaikkan proyeksi laba operasional sebesar 11,8 persen. Pelemahan nilai tukar yen dan efisiensi biaya disebut mampu menekan dampak negatif dari kebijakan tarif.
Dari sisi penjualan, kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid dan mobil listrik murni, menyumbang hampir separuh penjualan ritel Toyota dalam tiga kuartal pertama tahun fiskal.
Permintaan terhadap model hybrid tercatat sangat kuat, terutama di pasar Amerika Utara dan China.
Update Terbaru
Honda Lakukan Recall Besar pada Civic dan HR-V Produksi 2014–2021, Ini Sebabnya
Senin / 09-02-2026, 00:43 WIB
Mercedes Hentikan Produksi AMG C63 Empat Silinder pada 2026
Senin / 09-02-2026, 00:40 WIB
Honda Luncurkan STEP WGN e:HEV di GIIAS 2025, Lengkapi Lini Hybrid di Indonesia
Rabu / 23-07-2025, 18:48 WIB
Wuling Cortez Darion Resmi Debut Global di GIIAS 2025: MPV Elektrifikasi Perdana dengan Sentuhan Lokal
Rabu / 23-07-2025, 18:34 WIB
Subaru Outback 2026 Resmi Hadir sebagai SUV Tangguh
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Subaru Outback 2026: Transformasi Menjadi SUV yang Lebih Tangguh di Usia 30 Tahun
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Subaru Trailseeker EV Meluncur: Performa Lebih Kencang dari WRX STI
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Mercedes-Benz G-Class Stronger Than The 1980s: Mobil Retro Keren, Tapi Namanya Kurang Greget
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Penjualan Mustang Anjlok, Namun Masih Tercatat Jadi Mobil Sport Terlaris di Dunia
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Hyundai Palisade Hybrid Terbaru Bisa Nyalakan AC Tanpa Sedot BBM
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Kia Ciptakan Teknologi yang Bantu Penumpang Tunanetra 'Melihat' Pemandangan Lewat Suara
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Hatchback Baru KIA K4 2026: Desain Kompak, Muat Banyak
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
Di Era Gempuran Mobil Listrik Kencang, Amerika Punya Hypercar dengan Tenaga Lebih Ganas dari Bugatti Tourbillon
Rabu / 02-07-2025, 16:45 WIB
LG Tarik Diri dari Investasi Rantai Pasok Baterai EV Senilai Rp 129 Triliun di Indonesia, Ada Apa?
Senin / 21-04-2025, 12:19 WIB




