Meski saat ini masih berada di tengah kondisi pandemi COVID-19, harga komoditas pertambangan sedang dalam tren positif dan membawa keuntungan bagi industri pertambangan di Indonesia. Tren positif disebabkan oleh meningkatnya permintaan dunia[1], terutama karena tingginya tingkat konsumsi di negara-negara Asia Timur.[2] Kondisi ini mempengaruhi HPE yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk bulan Agustus 2021. Begitu pun dengan HBA Indonesia. Pada Juli, HBA Indonesia naik US$15,02 per ton, dari US$100,33 pada bulan sebelumnya menjadi US$115,35 per ton. Hal ini membuat HBA Juli menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir, atau sejak November 2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here