Jakarta – Sebenarnya peraturan program mobil low cost green car (LCGC) yang sudah ada sejak tahun 2013 memiliki harga di bawah Rp 100 juta. Namun pada kenyataannya harga mobil LCGC terus mengalami kenaikan bahkan ada yang mencapai Rp 130 juta. Sebenarnya sejak awal kehadirannya, beberapa merek meluncurkan mobil LCGC dengan harga sudah di atas Rp 100 juta untuk varian yang lebih tinggi.

Meski begitu Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsjah menilai bahwa harga mobil LCGC yang ditawarkan oleh para pemegang merek (APM) masih dalam batas wajar.

“Maau enggak mau. Kan inflasi naik, apa boleh buat. Harganya juga kan (masih) dikontrol pemerintah, enggak bisa sembarang dinaikkan. Jadi kenaikan itu masalah inflasi, dan paling berat extend range, line juga berubah. Walaupun itu lokal tapi juga ada (komponen) yang tetap impor,” jelasnya.

Meski dengan banderol sudah menembus Rp100 juta, lanjut Rizwan, tetap saja LCGC masih menjadi mobil termurah yang ada saat ini.

“Tetap saja itu (LCGC) menjadi yang termurah karena mobil lain juga (harganya) pada naik. Maksudnya, ada enggak mobil yang lebih murah dari itu? Yang harganya di bawah Rp100 juta kan sekarang sedikit karena faktor inflasi tadi dan macam-macam,” paparnya.

Saat ini mobil LCGC ditawarkan dengan harga puluhan juta hanya ada dua model, yakni Daihatsu Ayla tipe D transmisi manual Rp 88,05 juta dan MPV LCGC Datsun GO+ Panca Rp 94,6 juta. Sementara model lain, seperti Toyota Agya, Datsun GO Panca, Suzuki Karimun Wagon R, dan Honda Brio Satya memiliki harga dengan dibanderol di atas Rp 100 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here