“Kita prinsipnya makanan boleh lama diolah demi dapatkan kualitas, tapi penyajiannya harus cepat. Jenis menu tertentu sudah diolah terlebih dahulu dan di sini tinggal penyajian. Sebagian lainnya digodok di sini, terutama yang proses memasaknnya tak perlu lama,” kata Puput, komandan Amerigo yang tahun lalu juga ikutan IIMS dan rutin tampil di berbagai event besar.

Puput mengaku senang ikutan di IIMS tahun ini. Akhir pekan lalu sempat membludak sehingga sampai kewalahan melayani pesanan. “Tapi, hari biasa juga termasuk okelah. Hitungannya ya tetap untung,” tandasnya.

Hal sama diapungkan Rio, koki andalan Oandost di atas VW Combi hitam buatan 1980. Sebagai pemain anyar yang baru dua bulan menggeluti bisnis Food Truck, ia mengaku puas dengan omzet penjualan dalam beberapa hari penyelenggaraan IIMS 2015.

“Cukup baguslah. Kalau dibandingkan Food Truck lainnya, kami memang belum ramai. Mungkin karena masih baru sementara yang lain sudah lama. Tapi, optimislah sampai hari terakhir IIMS nanti. Sejauh ini lebih sering habis, kalaupun ada sisa paling 10-15%,” terang Rio yang keseluruhan menunya adalah olahan daging macam meat ball dan bistik lidah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here