Menurut Airlangga, Indonesia sudah memiliki unsur-unsur yang cocok untuk sektor mobil listrik, seperti nikel, kobalt, dan mangan.

“Dan kita dorong untuk industri katoda, industri battery cell sampai industri otomotif. Kita punya kemampuan dengan adanya domestic market untuk membuat industri supply chain yang lengkap, dan kita berharap industri ini seluruh swasembada di dalam negeri dan produknya bisa diekspor ke berbagai negara,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here