Home » News » Business & Industry » Mitsubishi Masih Pelajari Solar B50
Business & Industry

Mitsubishi Masih Pelajari Solar B50

Mitsubishi Triton Pickup
Mitsubishi Triton Pickup

IOTOMOTIF.com – Pemerintah tengah menggalakkan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan seperti B20. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sendiri mengaku akan mendukung program pemerintah untuk memperluas pemanfaatan minyak kelapa sawit kasar sebagai bahan bakar solar.

Namun untuk pengembangan lebih lanjut B50 atau bahan bakar diesel dengan kombinasi 50 persen solar dan50 persen biodiesel dikatakan masih membutuhkan waktu lagi.

“Bertahap, karena dari sisi manufaktur juga harus melalui tahap-tahapan. Seperti saat ini B20, nanti B30 yang sedang dikaji di model Pajero Sport, sampai selanjutnya. Kita ingin melihat dahulu bagaimana hasil dari pengujian B30,” kata Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI.

“Maka masih butuh waktu (untuk menerapkan B50 ke atas,” lanjutnya.

Meski begitu, MMKSI mengaku bahwa mereka tidak kesulitan dalam menerapkan B20 pada kendaraan diesel. Hingga saat ini masih belum ada keluhan yang signifikan seperti mengganggu performa kendaraan ataupun masalah pada mesin.

“Sampai saat ini tidak ada masalah yang disebabkan biofuel di Pajero Sport atau Triton. Tidak tahu kalau B30 ke atas, kita lihat nanti hasil ujinya,” ujar Irwan.

Inovasi baru bahan bakar B20 dikatakan membawa masalah tersendiri pada kendaraan. Seperti bila kendaraan lama tidak digunakan dan berada kondisi dingin akan menimbulkan adanya gel pada tanki bahan bakar.

“Biasanya akan terjadi gel apabila kendaraan jarang digunakan dan domisilinya di area pegunungan yang ambient temperaturnya rendah. Mesin tidak masalah, hanya saja frekuensi interval penggantian fuel filter menjadi lebih sering,” kata Irwansyah Siregar, Head of Technical Service & CS Support Section MMKSI.

Untuk mengatasi masalah tersebut dikatakan bisa ditambahkan komponen fuel heater seperti mobil diesel yang dipasarkan di negara dengan empat musim. Meski begitu, jelas Irwansyah, terjadinya gel tidak bisa dihindari karena itu sudah sifat alamiah kandungan bio.









Get a weekly email with best free content
Subscribe