Mobil Boros Bensin, Inilah Faktor Penyebabnya

IOTOMOTIF.com – Faktor usia menjadi pengaruh yang paling besar terhadap komponen yang menyusun segala fungsi kendaraan. Komponen yang aus kerap kali mengganggu performa, sehingga kendaraan tidak lagi bisa bekerja optimal.

Beberapa pemilik kendaraan mengeluh bahwa konsumsi bahan bakar bensin menjadi boros. Lalu, sebenarnya apa penyebabnya?

Borosnya konsumsi bahan bakar sebuah mobil disinyalir akibat filter udara yang kotor. Kotoran yang menumpuk pada aliran udara masuk nantinya akan menghambat performa. Terutama di bagian pacu sehingga memicu gejala ‘ngelitik’ atau knocking.

Tak hanya itu, penyebab borosnya mesin juga bisa disebabkan oleh kerak di ruang mesin. Kerak mesin seolah menjadi momok yang memang akan muncul seiring dengan usia kendaraan. Kemunculan kerak mesin tersebut dapat membuat volume ruang bakar menyempit sehingga mengurangi produksi tenaga.

Faktor selanjutnya ialah Nozzle Injector tersumbat. Karena ukuran lubangnya yang mungil, peranti ini rawan tersumbat dan sering mengakibatkan bensin lebih boros.

Yang terakhir dan tak kalah penting ialah, Piston dan Ring Piston yang aus. Apabila dua part tersebut terkikis, kompresi kendaraan dipastikan juga ikut berkurang yang kemudian berdampak pada penurunan performa mesin.

Ituah mengapa tarikan mesin jadi loyo tapi gelontoran bahan bakar justru lebih besar.

Untuk itu, pemilik kendaraan harus mengerti bagaimana caranya agar kendaraan tidak boros bensin. Simak caranya berikut ini!

  1. Tekanan Ban

Hal ini memiliki manfaat besar dalam menghemat konsumsi BBM. Jika tekanan angin kurang, BBM dapat lebih boros sekira 10-15 persen.

  1. Atur Jarak Main Rem

Jarak rem juga wajib diatur agar tak sampai ‘menempel’, yang tentunya akan membuat lari motor menjadi berat dan membuat boros bahan bakar. Jarak main tuas rem baik depan maupun belakang sebaiknya berada minimal sepertiga dari jarak main tuas secara keseluruhan.

  1. Cek Kondisi Roda

Jika putaran roda berat atau tak presisi, laju motor akan berat, dan memboroskan bahan bakar. Kondisi ini biasanya terjadi karena pelek yang “speleng”, bearing roda yang aus atau kurang pelumasan, dan sebagainya. Maka kondisi roda perlu untuk di cek.

  1. Cek Busi

Usia kerja busi hanya efektif hingga jarak tempuh 6.000-7.000 Km. Lebih dari itu, jika performa busi mulai menurun, hasil pembakaran di ruang bakar juga “ngedrop”. Alhasil pemakaian BBM menjadi boros, sebab campuran gas jadi tak terbakar dengan sempurna, tenaga mesin pun dipastikan akan menjadi loyo.

Apabila usia busi masih efektif, rajin-rajinlah dibersihkan saat servis rutin, sebab bila elektroda busi sampai diselimuti kerak, bisa menurunkan kualitas percikan busi. Selain itu, atur pula kerenggangan elektroda busi sesuai spesifikasi yang dianjurkan.

  1. Pelumas

Jika pelumas baik, maka mampu membuat kitiran mesin lebih enteng, serta dapat menjaga kompresi di ruang bakar secara sempurna. Ini akan menciptakan power mesin lebih optimal, sehingga lari motor lebih cepat, namun bensin hemat. Pengantian oli secara rutin dianjurkan dilakukan setiap jarak tempuh 2.000-2.500 Km.

  1. Filter Udara

Jenis filter viscous element tak boleh dibersihkan atau disemprot angin bertekanan. Sebab, akan merusak filter dan melunturkan pelumas penangkap debu di dalamnya.

Bila tampak kotor, sebaiknya segera diganti baru, namun yang berbahan busa, masih bisa dicuci. Selain menghemat konsumsi BBM, tarikan motor pun jauh lebih enteng.

  1. Setel Klep

Perhatikan pula klep. Apabila celah klep terlalu longgar atau rapat bisa bikin tenaga mesin menurun. Biasanya, jika sang pembesut cenderung membetot gas lebih dalam demi meraih akselerasi cepat, efeknya BBM banyak terpakai. Maka itu, kerenggangan komponen ini mesti disetel tepat, sesuai dengan spesifikasi motor masing-masing.

  1. Pakai Fuel Saver

Gunakan aplikasi “part” pengirit bensin. Sebut saja seperti Power FX-Femax, ring bensin, dan sebagainya. Sebab berdasarkan hasil riset, “part” itu memang terbukti mampu menekan pemakaian bensin hingga 10 persen.

  1. Ringankan Beban Motor

Hindari pemakaian aksesori berlebihan yang dapat membuat bobot motor bertambah. Motor yang berat dapat membuat lari ikut berat. Pengendara jadi sering memuntir gas dalam saat hendak berakselerasi cepat. Jadi, sebaiknya gunakan variasi yang berbobot enteng alias ringan.

  1. Cara Berkendara

Hal-hal berkendara yang membuat boros BBM ialah kebut-kebutan, sering memuntir gas mendadak setelah motor berhenti, sering main selip kopling dan lainnya. Sebaiknya, jalankan motor dengan kalem, mengurut gas perlahan-lahan waktu berakselerasi, memposisikan perseneling pada kondisi kecepatan dan putaran mesin yang pas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here