Home » News » Nasional » Suzuki Ignis Resmi Meluncur di Indonesia
Nasional

Suzuki Ignis Resmi Meluncur di Indonesia

Jakarta – Suzuki Indonesia akhirnya secara resmi meluncurkan produk city car terbaru mereka, Suzuki Ignis di Indonesia. Mobil kota bergaya urban sport utility vehicle (SUV) yang diimpor langsung dari India itu diharapkan mampu memberi warna baru pada pasar segmen city car di Indonesia.

Mobil Suzuki Ignis dikembangkan dengan Total Effective Control Technology untuk menjamin keselamatan para penumpat serta platform baru Heartect. Memiliki struktur high-rigid underbody dengan material high-tensil steel yang membuat mobil ini juga handal dibawa ke medan off road. Ignis dibuat dengan body berbahan material ringan, memiliki gaya desain SUV, tapi dengan aerodinamis yang baik membuat mobil ini memiliki konsumsi bahan bakar yang juga irit.

Setiawan Surya, 4W Deputy Managing Director SIS, mengatakan kehadiran Ignis akan memberikan pilihan baru di dunia otomotif Indonesia.

“Suzuki Ignis merupakan pilihan terbaik bagi para pengendara yang memerlukan kendaraan stylish, modern, dan tetap menyuguhkan keiritan bahan bakar,” ujar Setiawan.

Berbicara mengenai spesifikasi Suzuki Ignis, mobil disematkan mesin K12M berkubikasi 1.200 cc dengan konfigurasi empat silinder, DOHC-VVT. Mesin tersebut dalam pengujian BT2MP-BPPT, memilik konsumsi bahan bakar hingga 23,64 km per liter untuk tipe bertransmisi manual, dan 23,44 km per liter untuk tipe bertransmisi auto hear shift (AGS).

Untuk pasar otomotif tanah air, PT Suzuki Indomobil Sales menawarkan Ignis dalam tiga pilihan varian, GL MT, GX MT, dan GX AGS. Semua varian itu ditawarkan dalam mesin 1.197 cc empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga 83 PS pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi puncak 113 Nm pada 4.200 rpm.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya, harga. Suzuki memasarkan Ignsi dengan banderol mulai Rp 139,5 juta untuk varian GL MT, diikuti varian GX MT seharga Rp 159,5 juta, dan termahal, tipe GX AGS dijual dengan harga Rp 169,5 juta. Harga ini sangat kompetitif, bahkan bisa bersaing dengan segmen mobil murah lingkungan (low cost green car/LCGC).