Technology

Mazda 2 2018 Gunakan Teknologi I-Active Sense, Apakah Pembaharuan Ini Akan Sesuai Dengan Kondisi Indonesia?

Tampilan Mazda 2 terbaru 2018

Pada tahun 2018, Mazda 2 akan dikemas dengan beragam pembaharuan dari segala sisinya baik eksterior, interior, performa dan teknologi pendukungnya. Dari informasi yang telah Mobilmo.com dapat, Mazda 2 2018 akan menghadirkan 2 teknologi mumpuni yakni I-Active Sense dan SkyActiv Technology. Apakah kedua teknologi ini akan sesuai dengan kondisi Indonesia?

Fitur SkyActiv Technology akan lebih diprioritaskan untuk performa mesinnya yang tampil lebih efisien, bertenaga dan ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan adanya berbagai fitur seperti Compression Ratio yang sangat tinggi di angka 13.0:1, sistem Suplai Bahan Bakar Direct Injection, penggunaan 4-2-1 Exhaust System yang padu dengan Compression Rationya serta hadirnya Balance Shaft yang mampu menekan vibrasi dan kebisingan mesin lebih jauh. Dengan SkyActiv Technology, tentu akan dirasa sangat cocok memenuhi kebutuhan konsumen karena mobil ini akan dikemas dengan tenaga yang maksimal dan mesin yang efisien. Namun bagaimana dengan I-Active Sense?

SkyActiv Technology menjadi fitur andalan Mazda 2 2018

I-Active Sense adalah sebuah sebutan yang memayungi beragam teknologi yang menggunakan milliwave radars dan kamera sebagai fondasi dasarnya. Teknologi yang dimaksudkan terdiri dari Adaptive Front-lightning System (AFS), High-Beam Control (HBC), Mazda Radar Cruise Control (MRCC), Rear Vehicle Monitoring System (RVM), Lane Departure Warning System (LDWS) dan Forward Obstruction Warning (FOW). Teknologi AFS memiliki fungsi untuk memberikan pencahayaan yang lebih lebar di bagian depan mobilnya. Dengan adanya fitur ini, pengendara dapat memantau bagian depannya dengan lebih lebar dan jarak pandang yang jauh terutama saat malam hari di area berkelok-kelok.

Adapative Front-lightning System akan mempermudah pengendara dalam berkendara di malam hari

>>> Klik sini untuk membaca spesifikasi lebih dekat tentang mobil Mazda

Fitur kedua ialah HBC yang dimana lampu High-Beam akan terus menyala di malam hari dan akan otomatis berubah menjadi Low Beam ketika sensor mendeteksi ada mobil di sekitar. Lewat fitur ini, pencahayaan anda di bagian depan akan tampil lebih maksimal dengan jarak pandang yang lebih jauh tanpa harus mengganggu pengendara lain.

Ilustrasi penggunaan High Beam Control pada Mazda 2 2018

Teknologi ketiga ialah MRCC yang dimana pengendara dapat melajukan kendaraan sesuai kecepatan yang diinginkan tanpa harus menginjakkan pedal. Ketika sensor mendeteksi ada kendaraan lain di depan anda, maka sensor akan mengaktifkan kecepatan yang sama persis dengan laju kendaraan lain. Fitur ini akan sangat bermanfaat terutama di jalanan bebas hambatan layaknya tol sehingga pengendara dapat merasakan sensasi berkendara yang praktis dan aman.

Mazda Radar Cruise Control akan sangat berguna pada area tol bebas hambatan

Teknologi keempat dari I-Active Sense adalah RVM yang mampu memberikan notifikasi audio dan cahaya ketika sensor mendeteksi ada kendaraan di belakang anda yang hendak melewati mobil anda. Dengan fitur ini, dipastikan anda dapat merasakan sensasi berkendara yang aman dan nyaman selama menempuh perjalanan.

Rear Vehicle Monitoring System memberikan notifikasi audio ketika pengendara lain hendak melewati anda

Teknologi LDWS juga tergolong menarik yang memiliki fungsi untuk memberikan notifikasi audio kepada pengendara ketika sensor mendeteksi bahwa mobil keluar dari marka jalan. Dengan hadirnya fitur ini, anda akan selalu berada di marka jalan yang tepat tanpa harus melenceng dari jalur yang ada.

Lane Departure Warning System menjaga mobil agar selalu berada pada jalur marka jalan

Teknologi terakhir dari I-Active Sense adalah FOW yang akan memberikan notifikasi audio ketika sensor mendeteksi kendaraan anda berpotensi menabrak suatu objek di bagian depannya. Fungsi notifikasi audio ini mengingatkan pengendara untuk melakukan pengereman mendadak secepat mungkin supaya potensi tabrakan dapat terhindarkan. Dengan adanya I-Active Sense ini tentu akan lebih memprioritaskan keamanan pengendara dalam menggunakan mobil ini.

Forward Obstruction Warning mampu menghindarkan anda dari potensi kecelakaan

Mengaca kepada merk otomotif ternama Honda, fitur seperti ini sudah pernah dihadirkan untuk produk Honda Accord yang diberi nama Honda Sensing. Adapun Toyota juga menghadirkan fitur ini yang diberi nama Toyota Safety Sense. Informasi ini tentu membuktikan bahwa produsen mobil berlomba-lomba untuk menghadirkan produk mobil yang bukan hanya nyaman digunakan namun juga mengoptimalkan fitur keselamatan. Secara tidak langsung, fitur ini memang sangat cocok untuk penggunaan masyarakat di pasar global.

Di Indonesia sendiri, Jonfis Fandy selaku Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT. Honda Prospect Motor, menuturkan bahwa fitur ini masih dirasa masih belum cocok karena infrastruktur di Indonesia masih belum menyamai kemajuan infrastruktur di negara-negara maju layaknya Eropa atau Amerika Serikat. Sebagai contoh, garis jalan yang dihadirkan di luar negeri cukup jelas dan adanya rambu-rambu jalan di setiap jarak yang membuat fitur keamanan ini berjalan maksimal.

Pada tahun 2015, fitur keamanan Honda Sensing pernah diperkenalkan pada Honda Accord namun banyak konsumen yang mengeluh karena sensor yang digunakan terlalu banyak sehingga merepotkan pengendara. Akhirnya, fitur Honda Sensing banyak yang dinon-aktifkan oleh banyak penggunanya karena fitur ini terlalu aktif memberikan notifikasi kepada pengendara. Dengan alasan tersebut, akhirnya banyak produsen mobil lebih mengutamakan keamanan pengendara dengan menghadirkan rangka mobil yang lebih kuat, fitur pengereman yang lebih canggih dan kantung udara untuk penumpang.

E-Commerce Ini Menawarkan Jasa Layanan Iklan Promosi Mobil Secara Gratis

Previous article

Tips Memilih Mobil Bekas Harga di Bawah Rp 80 juta

Next article

You may also like

More in Technology