MotoGP: Dorna dan Yamaha Akan Prioritaskan Tim Balap Rossi

  • Whatsapp

Salah satu legenda hidup MotoGP yang juga masih aktif di ajang balap itu, Valentino Rossi itu akan menginjak usia 39 tahun pada 16 Februari mendatang. Dengan usia yang sudah tidak muda lagi, musim MotoGP 2018 ini bisa jadi tahun terakhir pria asal Italia itu untuk beraksi di ajang balap terlaris di dunia. Hal ini juga terlihat dengan kontrak tim Movistar Yamaha yang juga berakhir tahun ini.

Bila sudah pensiun nanti, pembalap dengan julukan ‘The Doctor’ itu akan mengelelo tim balapnya senidiri, Sky Racing Team VR46. Tim balap milik Rossi itu saat ini berkompetisi di kelas Moto2 dan Moto3. Belum resmi pensiun, Dorna bahwa sudah menyatakan akan memprioritaskan tim balap itu untuk mendapat tempat ke kelas utama, MotoGP.

Read More

“Saya siap menjamin skuad Rossi berada di kelas utama meskipun grid secara teoritis diputuskan hanya 24 motor,” ucap Carmelo Ezpeleta.

Selain catatan sejarah Rossi dalam ajang balap motor, hubungannya dengan Yamaha juga bisa membantu dalam pengembangan timnya, sehingga bisa membuat pabrikan asal Jepang itu memasok motor ke tim Sky Racing Team VR46 bila memang memutuskan membentuk tim balap di MotoGP.

Di pihak Yamaha sendiri, dilihat sejarahnya sendiri cenderung hanya memasok motor ke satu tim saja, yang berarti bila Yamaha memprioritaskan tim balap Rossi, tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan Tech 3 akan berakhir.

“Saya pernah berdiskusi dengan mereka (Yamaha), di mana saya mengatakan, bisakan Anda memiliki enam motor di grid, mereka menjawab tidak, terlalu banyak,” kata bos Tech 3 Herve Poncharal.

Penjelasan dari Poncharal itu mengundang pertanyaan lain. Bagaimana bila VR46 meminta, siapa yang akan menjadi prioritas, VR46 atau Tech 3? “Dia menjawab VR46. Jadi ini sudah sangat jelas,” ucap Poncharal.

Tech 3 Tidak Akan Kerjasama dengan Rossi

Seluruh tim satelit MotoGP telah menjalin kontrak dengan Dorna untuk bertahan di lintasan hingga 2021, ini berarti tim baru harus membeli salah satu tempat yang sudah ada atau mendapatkan mendapat persetujuan dari Dorna dan seluruh tim yang mendapat jatah turun ke lintasan.

Poncharal yang juga presiden dari IRTA (Interational Road Racing Teams Association), mengatakan bahwa dia ragu kalau Rossi akan mengikat kerjasama dengan salah satu tim yang saat ini memiliki jatah di MotoGP dan juga menutup kemungkinan adanya aliansi antara dengan Tech 3.

“Kami memiliki kontrak dengan Dorna yang mengatakan dari 2017 hingga 2021, tidak ada yang dapat memasuki kejuaraan kecuali mereka mendapatkan kesepakatan, kerjasama atau bergabung dengan tim yang sudah ada saat ini,” terangnya.

“Aku tidak ingin dia sebagai rekan. Mungkin dia bisa membeli Aspar, Avintia, LCR, atau tim independen lainnya, tapi aku pikir bukan ini yang dia inginkan. Bila dia datang, dia membutuhkan persetujuan dari Dorna dan juga tim independen karena kami memiliki kesepakatan eksklusif dan hal ini tertulis,” terangnya.

“Kecuali semua mengatakan iya, kami bersepakat bahwa tidak ada satu tim lagi, dan ini tidak akan terjadi. Hal ini bisa saja terjadi pada 2022 (ketika kontrak berakhir).”

Rossi tahun lalu mengatakan bahwa rencana untuk melangkahkan timnya ke kelas MotoGP kemungkinan akan terjadi dalam 10 tahun, hal ini dikarenakan dia saat ini fokus pada pengembangan pembalap muda.

Related posts