[section_title title=Pengaruh Alkohol dan Obat-obatan]

Pengaruh Alkohol dan Obat-obatan – 30%

Menenggak alkohol atau mengkonsumsi obat-obatan dalam dosis berlebih sama saja dengan menghilangkan sebagian besar dari kemampuan otak kita. Pengemudi dalam pengaruh alkohol akan mengalami kemunduran drastis dalam hal reaksi, perhitungan manuver, kepekaan pada kecepatan, serta kehalusan sensor motorik.

Melemahnya fungsi otak inilah yang membuat pengemudi mabuk seakan tidak memiliki rasa takut atau khawatir akan keselamatannya di jalan raya. Belum lagi, kondisi ini juga memudahkan emosi untuk terpancing, yang akan menambah faktor bahaya lebih besar lagi.

Di Amerika, tak kurang 30% kecelakaan fatal disebabkan pengemudi mabuk. Tapi pada saat weekend, persentase ini meningkat hingga 53%. Wajar bila menilik konsumsi alkohol masyarakat meningkat pada Sabtu malam. Meski penenggak alkohol di Indonesia tak sebanyak negeri Paman Sam, tapi faktor penyebab kecelakaan satu ini tetap tak boleh diabaikan.

Selain alkohol, Anda juga mesti mewaspadai obat yang menimbulkan rasa kantuk seperti obat untuk flu atau batuk. Tidak setetespun boleh Anda konsumsi jika hendak mengemudi, karena reaksi kantuk setiap orang akan berbeda terhadap masing-masing obat.

Baca  Empat Jenis Mobil Toyota Indonesia Terkena Dampak Recall Global

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here