Home » News » Nasional » Alasan Pelarangan Penggunaan Mobil Murah Sebagai Taksi
Nasional

Alasan Pelarangan Penggunaan Mobil Murah Sebagai Taksi

Jakarta – Kebijakan pelarangan segmen mobil murah atau LCGC sebagai taksi online menjadi salah satu topik hangat. Memang saat ini banyak yang menggunakan mobil murah mereka sebagai mobil uber atau layanan lainnya. Pelarangan ini menimbulkan pertanyaan apa dasar pertimbangan yang digunakan untuk mengklaim bahwa mobil LCGC tidak layak dijadikan angkutan sewa berbasis aplikasi.

Salah satu sumber dari Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta menyatakan bahwa salah satu faktor adalah kenyamanan dan keselamatan penumpang. Mobil murah memang memiliki fitur yang minim dibandingkan dengan kendaraan di segmen lain.

Peraturan mengenai batasan kapasitas mesin 1.3 liter memang tidak sempurna, namun sudah cukup untuk menghalau penggunaan mobil murah yang minim fitur. Dikatakan sumber bahwa kapasitas mesin yang rendah membuat kekuatan kendaraan akan berkurang jika memuat empat penumpang, apalagi ditambah penggunaan air conditioner (AC). Akibatnya, pada kecepatan tinggi kestabilan kendaraan akan berkurang.

Tidak hanya itu, mobil LCGC juga tidak dilengkapi dengan fitur sistem anti-lock braking system atau ABS.

Untuk menyiasati hal tersebut, Toyota menghadirkan varian baru mobil Toyota Avanza Transmover dengan mesin 1.3 liter yang minim fitur khusus untuk segmen taksi atau fleet.