Home » News » Business & Industry » Sempat Tuai Kontroversi, Pelarangan Truk Idul Adha Akhirnya Dicabut
Business & Industry

Sempat Tuai Kontroversi, Pelarangan Truk Idul Adha Akhirnya Dicabut

Sepekan ini para pelaku industri transportasi barang maupun para pedagang dihebohkan dengan adanya peraturan melarang dioperasikannya truk selama 4 hari Idul Adha. Adanya pelarangan dari pemerintah yang diterbitkan mendadak langsung meresahkan para pengusaha yang merasa akan mengalami kerugian tinggi karena tidak sempat melakukan langkah antisipasi.

Memang ini pertama kalinya pemerintah melakukan pelarangan truk untuk beroperasi selama hari raya Idul Adha, tidak seperti Idul Fitri yang memang sudah tiap tahunnya memiliki peraturan yang sama.

Untuk industri makanan dan minuman sendiri, pelarangan empat hari truk selama Idul Adha bisa mencapai Rp 16 triliun karena dikatakan bahwa bila dihitung, perharinya industri makanan dan minuman memiliki omset sebanyak Rp 4 triliun.

Kendaraan angkutan barang yang dilarang beroperasi meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandengan), serta kendaraan container. Selain itu kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari 2. Namun peraturan itu tidak berlaku untuk kendaraan yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), ternak, bahan pokok seperti beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, daging sapi, daging ayam, ikan segar, dan telur.

Mendapat desakan dari berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha, akhirnya pemerintah kembali memberikan surat edaran untuk melakukan pencabutan surat edaran sebelumnya yang berisi pelarangan pengoperasian truk selain berisi sembako selama 4 hari Idul Adha. Dengan batalnya larangan truk selama Idul Adha tentu saja melegakan berbagai pihak serta masyarakat umum.