Toyota Sienta Hybrid Bisa Diproduksi di Dalam Negeri

Jakarta – Toyota baru saja menghadirkan mobil MPV Sienta di pasar otomotif Tanah Air. Belum lama berselang, muncul kabar baru bahwa jika dibutuhkan, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bisa saja memproduksi model hibrida di dalam negeri dengan salah satu model yang dikabarkan adalah Sienta.

“Bisa. Proses perakitan itu kan sebenarnya sederhana, yang tidak sederhana itu bagaimana menyiapkan rantai pasokan,” kata Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur  TMMIN.

Saat ini Toyota baru saja memulai produksi Sienta di pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat. Indonesia adalah negara kedua yang mencetak massal Sienta selain Jepang.

Untuk pasar Indonesia, Toyota Sienta hadir dengan mesin 2NR-FE 1.5L dan dua pilihan transmisi, manual 6-percepatan dan continuously variable transmission (CVT). Sedangkan untuk negeri asalnya, Jepang hadir dengan mesin 2NR-FE yang dipadukan dengan hanya CVT, selain itu terdapat juga versi hibrida dengan mesin 1NZ-FE.

Mesin hybrid hadir dengan teknologi Toyota Hybrid System II yang menggabungkan mesin konvensional dengan VVT-iE (variable valve timing-intelligent by electric motor) dengan motor listrik. Tidak hanya itu, untuk versi pasar Jepang juga dilengkapi dengan sistem gerak 4WD.

Warih juga menjelaskan bahwa produk yang diproduksi di dalam negeri juga harus mendapat suplai komponen dari industri lokal. “Percuma saja kalau suku cadangnya impor, ya engga kompetitif. Nanti impornya tinggi, ekspornya rendah ya defisit,” ucap Warih.

Untuk merealisasi Toyota Sienta Hybrid, komponen yang paling sulit diproduksi adalah baterai. Sienta menggunakan baterai nickel–metal hydride yang bisa diisi ulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here