Honda Katakan PCX Tidak Terganggu Yamaha NMAX

Jakarta – Saat ini pasar skuter matik (skutik) 150 cc semakin tinggi dengan permintaan yang terus naik. Segmen ini di Indonesia diisi oleh dua pemegang merek (APM) sepeda motor besar yakni Honda dan Yamaha.

Dilihat dari data penjualan, bisa dibilang Yamaha NMAX keluar sebagai pemenang. Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan NMAX hingga angka 68 ribu unit selama empat bulan pertama 2016. Dan bila dihitung per bulan, rata-rata mencapai 17 ribu unit per bulan. Jauh dibandingkan dengan Honda PCX yang rata-rata terjual tidak lebih dari 500 unit per bulan.

Banyak faktor yang menyebabkan jauhnya perbandingan penjualan di antara keduanya. Salah satu yang paling penting adalah perbedaan harga. Honda PCX dibanderol dengan harga Rp 39,8 juta on the road (OTR) Jakarta, sedangkan NMAX non-ABS Rp 24 juta dan NMAX ABS Rp 27,4 juta OTR Jakarta.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya mengatakan bahwa penjualan PCX masih stabil di angka 300-400 unit per bulan.

“Ada NMAX atau tidak, jualan kami (PCX) tetap stabil. Karena tidak akan ada satu pun pemakai PCX itu pindah,” kata Margono.

Dia menjelaskan bahwa konsumen PCX adalah mereka yang loyal pada merek Honda. Tidak hanya itu, dengan produk completely built up (CBU) dari Vietnam, PCX dibuat untuk menyasar segmen atas. Sehingga pasarnya memang tidak besar.

“PCX tidak terganggu, jualan kami tetap stabil,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here