Home » Tips & Advice » Owner's Guide » Tips memilih mobil bekas transmisi otomatis
Owner's Guide Buyer's Guide

Tips memilih mobil bekas transmisi otomatis

Dahulu, prospek mobil bekas transmisi otomatis sangat jelek. Harga jualnya cenderung turun lebih murah dari varian versi manualnya dengan merk dan tipe sama. namun, saat ini, mobkas matik banya dicari dan arganya cukup kuat dibanding versi manual. “Selisihnya Rp 6-8 juta dibanding dengan manual untuk merek dan tahun yang sama. Untuk konsumen perkotaan, tipe matik dan tahun muda menjadi favorit,”
Dalam kondisi mobil baru, biasanya varian matik terpaut selisih harga Rp. 10 – 12 jutaan lebih mahal.
Berikut ini akan dijelaskan tips dan trik untuk membeli mobil bekas bertransmisi otomatis, setidaknya anda paham sedikit pengetahuan tentang mobil transmisi matik.

  1. Pilih mobil matik berumur dibawah 5-tahun
  2. Periksa komponen penting matik, mulai dari kebocoran dan pemeriksaan oli ATF.
  3. Periksa bagian badan transmisi di bawah kolong mobil, cek kebocoran paking atau gasket transmisi bisa dilakukan dengan mendeteksi lelehan oli di badan transmisi
  4. Volume oli ATF juga harus sesuai dengan kebutuhan dan batas toleransi. Periksa melalui dipstick dalam kondisi dingin (cool) dan panas (hot). Kekurangan oli ATF dapat menimbulkan kerusakan pada transmisi.
  5. Deteksi bunyi sesaat tuas perseneling dipindahkan ke posisi ‘D’ (Drive). Bila mesin menderum keras tidak seperti umumnya, potensi kerusakan pada bagian jerohan
  6. Pindahkan tuas ke posisi ‘D’ sambil tetap menginjak pedal rem. Rasakan serta dengar suaranya. Lepas secara perlahan pedal rem dan biarkan mobil melaju perlahan. Bila masih oke, lanjutkan langkah berikutnya.
  7. Lakukan test drive. Coba Anda pindahkan tuas ke posisi ‘R’ (Reverse) alias mundur. Kalau terasa ada suara aneh seperti gemeretak, potensi kerusakan transmisinya cukup besar. Jangan ambil risiko untuk membelinya, sebaiknya segera memilih mobil lainnya.

Sehebat apapun strategi yang disodorkan saat memboyong mobil matik, tetap saja langkah preventif tetap perlu dilakukan. Salah satunya adalah mengganti oli transmisi.

Untuk menganti pelumas transmisi, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, hanya membuang oli yang berada di bak penampungan. Kedua, menguras oli dengan cara memanfaatkan sirkulasi oli.

[notification type=”info”] “Dalam kondisi kosong, transmisi matik memerlukan sekitar 10 liter oli. Tapi bila hanya membuang oli yang berada di bak penampungan, jumlahnya sekitar 3-4 liter,” [/notification]

Bila menggunakan cara kedua, maka kebutuhan pelumas akan semakin banyak. Sebab dengan memanfaatkan sirkulasi pelumas, otomatis akan ada oli yang terbuang percuma. Bila kapasitas oli transmisi 10 liter, maka kebutuhan oli akan bertambah sekitar 2 liter.

Sekilas cara kedua terlihat benar. Namun dengan memanfaatkan sirkulasi ini, kotoran yang terdapat di bak penampungan akan terdorong masuk ke dalam filter sehingga kemungkinan tersumbat kian besar. Tetapi, mayoritas transmisi matik tidak menempatkan filter di sisi luar.

“Sebaiknya menguras oli transmisi matik menggunakan mesin kuras oli yang memiliki fitur back wash. Jadi sirkulasi dapat dibalik untuk mengeluarkan kotoran yang tersangkut di filter,”

Itulah beberapa tips dan trik dalam memilih mobil bekas transmisi otomatis, jangan lupa untuk  cek harga mobil baru dan bekas dalam berbagai merk di iotomotif.com









Get a weekly email with best free content
Subscribe