BMW Vision Next 100 Concept

IOTOMOTIF.com – Dalam rangka memperingati ulang tahun ke 100, BMW membuat gebrakan dengan memperkenalkan mobil konsep masa depan, yaitu BMW Vision Next 100 concept yang tampil futuristik dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih.

Dari nama, desain dan teknologi yang ditawarkan, mobil konsep Vision Next 100 ini merupakan perwujudan dari masa depan BMW dalam 100 tahun kedepan. Walau terlihat seperti sedan, Vision Next 100 pada dasarnya memiliki tipe bodi mobil coupe seperti pada seri-4 dan seri-6 Gran Coupe, namun lebih terinspirasi dari desain BMW i8 dengan bodi lebih ramping dengan koefisien hambatan hanya 0.18.

Secara desain, mobil konsep terbaru BMW ini tidak memiliki pilar-B sehingga masuk kedalam kabin menjadi lebih mudah. Memiliki dimensi panjang 193 inchi (4900 mm) Vision Next 100 sedikit lebih pendek dari seri-5 dan memiliki tinggi lebih rendah 4 inchi (100mm). Bahan material bodi terbuat dari campuran karbon fiber dan plastik, sementara beberapa panel dibuat dari bahan residu yang diperoleh selama pengolahan serat karbon.

Bagian interior dibuat dari bahan daur ulang yang terbarukan, dimana menggantikan bahan material tradisional yang digunakan pada mobi-mobil saat ini.

“Masa depan mobilitas akan menghubungkan semua area kehidupan masyarakat dan di situlah kami melihat kesempatan baru untuk mobilitas premium,” kata CEO BMW Harald Krueger.

Vision Next 100 adalah gambaran BMW tentang mobil otomatis (otonomos), teknologi ini dianggap akan terus berkembang di masa depan. Interaksi mobil dengan pengemudi dibantu oleh program yang disebut BMW, Alive Geometry.

Dalam pengendaraan, Vision Bext 100 concept memiliki dua mode berkendara, yaitu mode “Boost” dimana pengemudi dapat melakukan kontrol penuh atas kendaraan dan mode “Ease” dimana kendaraan dapat berkendara sendiri berkat teknologi otonomus BMW.

BMW dalam keterangan resminya mengatakan Vision Next 100 fokus pada pengemudi karena anggapannya pemilik masih tetap mau menghabiskan waktu di dalam mobil sambil memegang kendali. Pengemudi bisa “melepas” kemudi hanya bila diinginkan.

“Kami berpindah dari ‘The Ultimate Driving Machine’ ke ‘Ultimate Driver’, dimana teknologi sedang membuat pengemudi menjadi lebih baik,” kata bos desain BMW Adrian van Hooydonk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here