Toyota C-HR Crossover Datang Terlambat

IOTOMOTIF.com – Toyota pada pameran otomotif Geneva Motor Show 2016 memperkenalkan versi produksi model kedua mereka yang menggunakan platform baru Toyota New Global Architecture (TNGA). Banyak yang mengatakan bahwa model baru crossover ini datang terlambat karena sudah cukup lama segmen tersebut ‘booming’. Bahkan ternyata pengembangan model tersebut sudah dilakukan sejak enam tahun yang lalu.

Toyota mengatakan bahwa alasan utama karena Toyota C-HR dirancang di atas platform TNGA. Kepala Insinyur C-HR, Hiroyuki Koba, mengatakan bahwa crossover ini seharusnya menggunakan platform mobil yang lebih kecil.

“Kami telah mempelajari (platform) yang mana terbaik dan setelah melihat TNGA kami bilang ini yang terbaik,” ucap Koba.

Meski Toyota telat dibanding dengan Nissan, Honda, Subaru, dan Mazda yang sudah meluncurkan model crossover lebih dulu, namun C-HR ini dikatakan memiliki keunggulan lain yang mampu menarik konsumen. Salah satunya adalah tiga pilihan dapur pacu, mesin 1.2L turbocharged, 1.8L plus motor listrik (hibrida), dan 2.0L.

Memiliki dimensi panjang 4.350 mm, lebar 1.795 mm, tinggi 1.550 mm, dan wheelbase 2.640 mm. ukuran ini lebih panjang 53 mm dan lebar 23 mm dibandingkan dengan Honda HR-V. Dari sisi tampilan, Toyota C-HR hadir dengan desain grille yang ramping, headlamps besar dengan LED, jendela belakang kecil dan lampu belakang LED dengan bentuk C.

Penjualan Toyota C-HR Crossover ini akan dimulai pada semester kedua tahun ini, dengan versi Eropa diproduksi di Turki. Sementara untuk pasar Amerika Serikat sendiri meluncur 2017.

Tidak hanya itu, TNGA juga mampu mengurangi biaya dan kerumitan produksi karena berbagai komponen dengan model lain. Saat ini model yang menggunakan basis TNGA hanyalah Prius, dengan model lain masih dipersiapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here