Setelah Dikabarkan Batal, Dorna Kini Prioritaskan Indonesia Untuk MotoGP 2017

IOTOMOTIF.com – Sebelumnya tersebar kabar bahwa Indonesia gagal menjadi tuan rumah MotoGP 2017 setelah Dorna Sport membuka peluang bagi Finlandia untuk menjadi salah satu tuan rumah. Terkait kesiapan Finlandia, Carmelo Ezpeleta memuji kesiapan Finlandia yang bekerja untuk memenuhi persyaratan Dorna untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2017 yang salah diartikan banyak orang sebagai tanda-tanda gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah.

“Finlandia bekerja sangat professional, mereka mempersiapkan semua dokumen yang kita mau dan mereka sangat tepat waktu,” ujar CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta,

Pernyataan tersebut memancing banyak isu bahwa Indonesia gagal jadi tuan rumah MotoGP 2017-2019. Dan menanggapi hal tersebut, mantan Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) Irawan Sucahyono yang kini menjabat sebagai Advisor PT Sarana Sirkuitindo Utama selaku pengelola Sirkuit Sentul angkat bicara.

“Saya sudah konfirmasi kepada Ezpeleta (CEO Dorna Sport) melalui sambungan telepon pada Senin (21/12/2015) malam. Ia mengatakan bahwa jangan khawatir, Indonesia masih menjadi prioritas salah satu tuan rumah MotoGP musim 2017-2019,” ujar Irawan.

Irawan juga mengatakan bahwa Ezpeleta menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar, dia juga bahkan mengatakan tidak pernah mengatakan bahwa Indonesia tidak profesional dan kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah MotoGP.

“Ezpeleta juga sudah telepon Tinton Soeprapto (Direktur Sentul) dan dijelaskan kalau tidak ada masalah dan semuanya masih sesuai dengan perencanaan,” kata Irawan.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih mempersiapkan masterplan dan Keputusan Presiden (Keppres) dan setelah keduanya selesai, maka Indonesia akan melakukan penandatangan kontrak dengan Dorna Sport yang rencananya akan berlangsung pada akhir Januari 2016.

Irawan juga mengatakan bahwa memang sebelum Dorna Sport menunjuk Indonesia, memang Finlandia berada di urutan terakhir, namun mengetahui keseriusan Indonesia, kini posisi Indonesia berada di atas Finlandia.

“Memang Finlandia itu pernah digeser oleh Indonesia. Saat Ezpeleta datang, mereka bilang yang antre banyak dan yang paling depan Finlandia, tapi sekarang posisinya dibalik, kita sudah diprioritaskan dan Finlandia berada di posisi belakang setelah Indonesia,” ucap Irawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here