MotoGP 2015: Rossi Terus Kritik Marquez

IOTOMOTIF.com – Seri terakhir MotoGP 2015 di Valencia telah berakhir dengan Valentino Rossi gagal mempertahankan keunggulan poin yang dimiliki untuk mendapatkan gelar juara dunia ke 10-nya. Sebelum balapan dimulai, Rossi memiliki keunggulan 7 poin dari rekan setimnya di Yamaha. Namun dia hanya mampu finish ke empat dengan Lorenzo yang berhasil memenangkan balapan.

Selama balapan berlangsung, Marquez terus membayangi Lorenzo, terlihat bahwa pembalap Repsol Honda itu kesulitan untuk mengejar tapi tidak pernah berusaha untuk membalap. Kedua pembalap pada bagian akhir seri berhasil dikejar Dani Pedrosa yang berusaha untuk melewati Marquez namun pada akhirnya gagal dan harus puas berada di tempat ketiga. Rossi mengatakan bahwa pada balapan terbukti bahwa dia [Marquez] “ingin menyelesaikan pekerjaanya” dan “melindungi Lorenzo”, dan mengecap balapan terakhir sebagai balapan yang “memalukan” dan “buruk untuk olahraga”.

Rossi sendiri pada seri GP Valencia memulai balapan di baris paling belakang setelah sebelumnya memiliki insiden dengan Marquez di Sepang – beberapa hari setelah pembalap asal Italia itu menuduh pembalap asal Spanyol itu berusaha membantu Lorenzo di Phillip Island.

Rossi selama balapan Valencia berlangsung terlihat berusaha sangat keras di awal balapan dan berhasil meraih tempat ke 4 di lap ke 13 dari total 30 lap. Dengan Lorenzo, Marquez dan Pedrosa yang jauh memimpin di depan, harapan Rossi meraih gelar juara hanya dengan dua pembalap Repsol Honda itu mengalahkan Lorenzo.

Tapi hal tersebut tidak terjadi dan balapan berakhir dengan Marquez memiliki jarak 0.263 detik dari Lorenzo dan Pedrosa dengan jarak 0.654 detik. Rossi akhirnya tergeser dari posisi puncak klasemen MotoGP 2015 dan gagal menjadi juara dunia dengan jarak hanya 5 poin.

“Ini adalah final kejuaraan yang saya secara pribadi, dan saya juga pikir banyak orang, tidak ingin untuk melihat karena ini adalah musim yang hebat, dengan pertarungan hebat dengan Marquez dan terutama Lorenzo,” kata Rossi, berbicara di depan media, tamu Movistar Yamaha dan anggota fan klub VR46 – dengan beberapa di antaranya menangis.

“Saya berpikir bahwa kejuaraan ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik dari beberapa tahun terakhir karena pertempuran dengan Jorge berjalan sampai pada balapan terakhir. Tapi sayangnya di tiga balapan terakhir sesuatu berubah dan sesuatu yang tak diharapkan terjadi. Yang terpenting bagi saya, tetapi juga banyak orang. Adalah Marc Marquez memutuskan untuk melindungi Lorenzo untuk membantu dia memenangkan kejuaraan.

“Jadi masalah yang dimulai di Phillip Island terus memburuk. Kami hadir di Malaysia yang mana sayangnya kami bersentuhan dan Marquez terjatuh. Kemudian saya mengetahui pada Kamis bahwa saya harus mulai balapan dari posisi terakhir di sini – aku tahu bahwa kejuaraan untukku sudah berakhir karena aku yakin Marquez ingin menyelesaikan pekerjaannya dan mencoba untuk melindungi Lorenzo selama balapan terakhir berlangsung.

“Saya mengatakan hal ini pada hari Kamis dan itu terjadi persis seperti yang saya perkirakan.

“Hari ini perlombaan sangat memalukan. Lap terakhir yang saya pikir cukup buruk untuk semua olahraga, karena terjadi sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Saya tidak putus asa [kehilangan gelar] karena saya pikir saya memainkan kartu saya dengan cara yang terbaik, tapi aku sangat sedih dengan hasil ini.

“Aku sudah siap untuk kehilangan kejuaraan ke Jorge, yang selalu sangat cepat, tetapi cara ini bagi saya tidak adil.”

Marquez menyangkal membantu Lorenzo: pemegang gelar juara dunia MotoGP dua kali itu merebut lima poin dari pembalap Yamaha dengan meraih gelar juara di Phillip Island, dengan menjelaskan bahwa memiliki masalah pada ban depan dan bersikeras tidak ada hal yang tidak wajar pada pertarungan di Sepang sampai Rossi membuat pergerakan yang ekstrim.

Dan Valencia?

Marquez mengatakan jika dia mencoba untuk membantu Lorenzo dia pastinya berada lima detik di belakang, bukan melakukan tekanan terus-menurus dengan berada tepat di belakangnya. Pembalap dengan nomor #93 menambahkan bahwa pertarungan di akhir balapan tidak terjadi karena dia kehilangan waktu ketika dilewati Pedrosa.

Respon Rossi terkait penjelasan Marquez

“Bagi saya jika Anda mengecek balapan Marc Marquez dalam dua tahun terakhir, Anda tahu dia selalu mencoba untuk menyalip dan paling tidak pada putaran terakhir. Jadi pertanyaannya adalah, mengapa Marc Marquez tidak pernah mencoba menyalip Jorge Lorenzo dan tidak pernah mencoba untuk membuat satupun usaha pada lap terakhir?” Rossi menjawab.

“Situasi menjadi sangat disayangkan bagi Pedrosa, karena Pedrosa jauh [di belakang] dan di lap terakhir dia memperkecil jarak dua detik, yang berarti bahwa kecepatan Jorge dan Marquez hanya menunggu.

“Dan bagi saya, dia [Marquez] jelas membantu Lorenzo, karena setelah dia melepas helm dia hanya mengatakan bahwa semuanya itu tidak benar. Tetapi, ketika dia tahu saya melihat di televisi dan jelas bahwa dia membantu Lorenzo, bagi saya dia senang.”

Rossi juga mengalihkan perhatiannya pada Honda: “posisi Honda sangat aneh. Aku tidak tahu bagaimana pabrikan bisa setuju bahwa salah satu pembalapnya membantu Yamaha menang dan mencoba untuk melawan hanya dengan rekan setimnya [Pedrosa]. Hal ini sangat aneh. Tapi jujur saya tidak mengerti.”

Berbicara kepada pers Italia Rossi bahkan berbicara lebih jauh lagi, dia menyarangkan kritik kepada Lorenzo (untuk komentar setelah Sepang) dan penyelenggara kejuaraan (untuk tidak menanggapi masalah Rossi setelah Australia atau Malaysia).

Terdapat berbagai pendapat yang terbagi dua, dimana Marquez seharurnya mampu melewati Lorenzo atau sudah pada batasnya hanya untuk berada di belakangnya.

Beberapa memperdebatkan apakah start dari belakang memang mempengaruhi hasil dari gelar juara dengan Rossi yang hanya memiliki catatan waktu tercepat kelima menyelesaikan lap selama balapan.

“Hari ini aku tidak sangat cepat tetapi memang benar bahwa dengan ban baru pada awal perlombaan saya berada di keramaian dan tidak bisa menghasilkan hasil yang maksimal. Pastinya, jika saya bisa mulai di posisi normal, aku bisa mencoba untuk melakukan sesuatu, mencoba untuk bertarung dengan Jorge.”

Bagaimanapun pernyataan yang dibuat Rossi itu untuk musim 2015, di mana pada usia 36 tahun dia bertarung memperebutkan gelar juara, dan berakhir dengan catatan pahit.

Italia memenangkan tujuh kejuaraan di antara tahun 2001 dan 2009, namun terjatuh dan mengalami patah kaki pada tahun 2010, diikuti dua musim tanpa kemenangan di Ducati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here