MotoGP Malaysia Bentuk Balas Dendam Marquez Terhadap Rossi

  • Whatsapp

IOTOMOTIF.com – Perselisihan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez menjelang digelarnya MotoGP Malaysia berhujung dengan adegan jatuhnya Marquez karena mendapat benturan dari kaki Rossi pada saat berlangsung. Memang perseteruan keduanya mulai terlihat ketika Rossi terang-terangan mengatakan bahwa Marquez sejak beberapa seri yang lalu terus mengganggunya agar dia tidak bisa mendapatkan poin maksimal.

Melihat insiden tersebut, bos tim Yamaha Factory Racing Lin Jarvis mengungkapkan bahwa ini adalah bentuk balas dendam Marquez terhadap Rossi. “Dan saya pikir, ini yang saya lihat dari balapan, merupakan upaya balas dendam dari Marc Marquez terhadap ucapan Rossi di media,” kata Jarviz.

Read More

“Upaya Marquez jelas mengganggu Valentino sampai maksimal. Akhirnya, itu menghasilkan frustasi oleh Valentino, sehingga amarah mendidih, dan ia melakukan langkah yang salah dengan membuat Marc tepaku di sisi lintasan. Kemudian, disayangkan Marc memutuskan untuk masuk dan menabrak kaki, sehingga terjadi insiden dan Marc terjatuh,” kata Javis, menjelaskan.

motogp.com Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing, memberikan kemudahan untuk tim NGM Forward Racing sebagai satu-satunya penyewa paket Yamaha untuk kelas open di MotoGP.

Rossi mengelak kalau dirinya sengaja menjatuhkan Marquez pada insiden di Sepang, lalu apa pendapat Jarvis?

“Ini sesuatu yang bukan saja saya lihat, tapi Valentino juga mengatakan demikian. Dalam kasus ini saya pikir bukti gambar mendukungnya. Suatu tendangan biasanya tergambar sebagai aksi agresif di lihat dari gerakan, dalam hal ini kaki (Rossi) terlepas ke arah belakang dan pada dasarnya Valentino mengatakan kalau dia bersentuhan dan kakinya terlepas dari sandaran kaki dan terpental keluar. Saya tidak berfikir bijaksana untuk menendang RC213V yang berbobot 157 kg,” ucap Jarvis.

Jarvis melanjutkan, “Saya tidak mendukung aksi dia (Rossi). Ini mengapa dia mendapat penalti dan diputuskan kalau ini bukan langkah diambil dari peraturan balapan.”

Related posts