Mitsubishi Targetkan Impor 50.000 Unit LMPV Tahun 2019

IOTOMOTIF.com – Mitsubishi pada tahun 2017 mendatang akan memproduksi mobil MPV 7 penumpang yang akan bersaing dengan mobil seperti Suzuki Ertiga, Honda Mobilio dan Toyota Avanza di pabrik baru mereka. Tidak hanya untuk pasar domestik saja, produsen mobil asal Jepang tersebut juga merencanakan eksport sebesar 50.000 dari mobil Low MPV baru itu. Pabrik dibangun di kawasan industri Greenland International Industrial Center, Bekasi, Jawa Barat dan akan mulai beroperasi pada April 2017.

“Prioritas pertama kami untuk konsumen di Indonesia. Kami akan mulai ekspor pada 2018 ke negara ASEAN dan beberapa negara lainnya sebanyak 20.000 unit. Lalu pada tahun 2019, kami akan mulai ekspor sampai 50.000 unit dari Indonesia ke negara lain,” kata Osamu Masuko selaku Chairman and CEO MMC.

Pabrik baru yang dibangun di Bekasi ini menurut Masuko akan menjadi pabrik terbesar ketiga Mitsubishi di dunia untuk memproduksi mobil segmen small MPV dengan mesin berkapasitas 1500 cc. Produksi akan berlangsung pada Agustus 2017 dengan total produksi 25.000-30.000 unit di awal untuk pasar di Indonesia, kemudian meningkat menjadi 80.000 unit per tahun dari total kapasitas produksi maksimal 160.000 unit.

Ekspor akan dimulai pada tahun 2018 ke Filipina, Thailand, dan Vietnam. Setelahnya akan diekspor ke Afrika, Timur Tengah dan Amerika Selatan.

“Di masa depan, kami akan meningkatkan produksi menjadi 240.000 unit,” ujarnya.

Selain memproduksi SMPV, pabrik juga akan memproduksi Pajero Sport dan COLT L300 tetapi tidak untuk ekspor. Mitsubishi sendiri memiliki total 30 pabrik di seluruh dunia. Pabrik baru di Indonesia ini akan menjadi salah satu pabrik-pabrik strategis selain di Thailand, Cina dan Rusia.

Dengan pendirian pabrik yang dibangun di atas area seluas 30 hektar, Indonesia diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi 10 persen dari total penjualan Mitsubishi di seluruh dunia dari sebelumnya sebesar 8 persen.

“Kami akan terus berkontribusi dalam industri otomotif serta dalam masyarakat di Indonesia melalui penempatan 3.000 tenaga kerja di pabrik manufaktur, pengembangan supplier suku cadang barun mempromosikan suku cadang lokal, transfer teknologi dan ekspor,” kata Masuko.

Untuk pabrik baru ini, Mitsubishi menginvestasikan total sebesar Rp 6.6 triliun dengan dana berasal dari Mitsubishi Motors Corporation (51 persen), Mitsubishi Corporation (40 persen) dan PT Krama Yudha (9 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here