MotoGP Aragon 2014: Espargaro Bangga Raih Podium

IOTOMOTIF.com – Aleix Espargaro diliputi dengan rasa bangga setelah pembalap dari tim Forward Yamaha tersebut membawa tim kelas terbuka Yamaha ke podium untuk pertama kalinya setelah menjadi runner up di MotoGP Aragon 2014. Pada balapan tersebut Espargaro melakukan keputusan krusial dengan masuk ke pit untuk berganti sepeda dengan ban basah sebelum banyak dari pembalap lainnya mulai berganti sepeda ketika hujan semakin deras pada lap-lap akhir.

Pembalap asal Spanyol tersebut tidak dapat berbuat apa-apa dengan pembalap dari tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo yang memimpin di depan, namun dia mampu untuk membendung serangan di belokan terakhir dari pembalap Ducati, Cal Crutchlow untuk mendapatkan posisi kedua.

“Aku sangat gembira dan sangat bangga pada balapan ini karena kami mengganti secara keseluruhan setting dari sepeda dari kemarin ke hari ini,” kata Espargaro.

“Agak sedikit mengejutkan pada balapan karena aku merasa sangat baik. Pada belokan ketiga, Bradley [Smith] melewatiku dan aku melebar dan pada lap pertama aku melewati garis seperti sebelumya.”

“Aku berusaha untuk melewati semuanya secepat yang aku bisa dan pada lap ke 10 atau 12 aku berada di posisi ke 6, yang mana itu luar biasa. Lap demi lap hujan semakin lebat dan pada jalur lurus lebih lebat lagi,” dia menambahkan.

“Pada seluruh balapan hujan berlangsung dengan konstan dan tidak pernah berhenti; Aku pikir itu adalah waktu yang tepat untuk masuk dan aku berganti sepeda satu lap sebelum semuanya. Itu adalah kunci untuk finish di podium dan aku sangat bangga.”

“Perasaanku mengatakan bahwa untuk finish dengan ban licin tidaklah mungkin. Kontral traksi tidak bekerjadan bila Anda menyandar sedikit Anda mungkin terjatuh. Bahkan dengan ban hujan sirkuit sangatlah licin jadi ban licin tidaklah mungkin.”

“Kami sedikit lebih pintar dari yang lain dan aku sangat gembira.”

Espargaro dan Crutchlow bersentuhan ketika melaju menuju garis finish, namun pembalap dari tim Forward Yamaha mampu melewati bendera terlebih dahulu meski bersaing dengan Ducati di jalan lurus menuju finish. Sangat aneh karena aku punya masalah dengan kaca dan tidak dapat melihat apapun dan aku sangat fokus kepada pandangan lurus untuk melihat berapa lap yang tersisa”, katanya.

“Di tikungan terakhir aku mendengar suara mesin dan aku melihat Ducati, jadi aku berpikir ’dia akan mengalahkanku di jalur lurus sekarang’ (dengan keunggulan kecepatan) dan aku membuka tanganku sediki! Aku sangat senang mampu untuk finish diurutan kedua.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here