Honda Mobilio Diesel Sudah Ada di Pabrik Honda Indonesia!

IOTOMOTIF.com – PT Honda Prospect Motor (HPM) berencana untuk menghadirkan LMPV Honda Mobilio versi diesel ke pasar otomotif nasional. Keseriusan HPM untuk menghadirkan Mobilio diesel ke Indonesia ini ditunjukkan dengan hadirnya unit Mobilio versi diesel di pabrik Honda yang berada Karawang, Bekasi, Jawa Barat, untuk dilakukan uji kelayakan secara lebih serius lagi.

Presiden Direktur HPM, Tomoki Uchida menjelaskan, “Kami memiliki Mobilio versi diesel di pabrik (Karawang) saat ini. Model tersebut digunakan untuk uji kelayakan, khususnya dalam hal penggunaan bahan bakar solar di Indonesia. Sebab, produk yang dijual di India sudah menggunakan mesin i-DTEC yang memiliki standar emisi Euro4, Kalau dibawa ke sini, spek solar kita masih jauh di bawah India,” jelasnya di sela-sela test drive All New Jazz, di Bali, (27/8).

Uchida juga menambahkan, bahwa salah satu hal yang akan menjadi perhatian utama bagi Honda adalah kandungan sulfur bio solar yang saat ini beredar di Indonesia. Menurutnya, di India kadar sulfur yang dikandung dalam solar hanya 250 ppm, kadar tersebut sudah cukup untuk spesifikasi Mobilio Diesel. Sedangkan kadar sulfor bio solar di Indonesia, masih mencapai 3.000 ppm atau masih jauh di bawah rata-rata dan tentunya tidak akan sesuai dengan Mobilio Diesel.

Uchida juga mengatakan, bahwa sebenarnya ada solar yang spesifikasinya mendekati dengan spesifikasi solar yang ada di India dan bisa digunakan oleh Mobilio versi diesel ini, yakni Pertamina Dex dan Shell Diesel. Kedua bio solar tersebut memiliki kadar sulfur 500 ppm. Namun harga keduanya yang cukup mahal menjadikan salah satu kendala bagi HPM untuk memasarkan Honda Mobilio Diesel di Indonesia. Pasalnya secara psikologis dan segmentasi, konsumen akan mencari bahan bakar yang harganya lebih murah.

Efek Penggunaan Solar Berkadar 3.000 ppm pada Mobilio Diesel

Ketika dipaksakan untuk mengkonsumsi solar yang tidak sesuai seperti di Tanah Air, maka usia mesin akan menjadi lebih pendek. Beberapa komponen-nya juga akan mudah rusak. Bahkan konsumen juga diwajibkan untuk melakukan penggantian saringansolar dengan jangka waktu yang sangat pendek, yakni sekitar 5.000 km.

“Sebenarnya bisa saja kita menyetel ulang ECU Mobilio supaya bisa menggunakan bio solar. Tapi ketika hal tersebut dilakukan, tentunya banyak hal yang bakal berubah. Seperti tenaga akan lebih kecil dan paling penting adalah konsumsi bahan bakar yang menjadi tidak efisien. Ditambah lagi jarak servis berkala yang pendek,” beber Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, di kesempatan yang sama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here