Insiden Kerusuhan Pabrik Suzuki India

NEW DELHI, IOtomotif – kerusuhan yang terjadi antara buruh pabrik dengan manajemen pabrik mobil Suzuki di Manesar, New Delhi, India, kemarin (18/7). Insiden tersebut menelan banyak korban diantaranya yaitu 1 orang tewas dan 70 orang lainnya mengalami luka yang cukup serius. Sehingga memaksa Maruti Suzuki India Ltd (MSIL) menghentikan kegiatan produksinya. Dan saat itu juga polisi distrik Gurgaon menankap dan menahan 99 orang pegawai.

Saat diwawancara, menurut pihak Maruti, kerusuhan tesebut terjadi karena kebijakan perusahaan yang menertibkan pegawai yang berkaitan dengan aksi pemukulan yang dilakukan oleh buruh terhadap seorang supervisor. Namun para pegawai menolak kebijakan tersebut, akhirnya merekapun memblokir pintu gerbang dan menyandera salah satu staf manajemen.

Saat SA Siddiqui, Supervisor diwawancarai “Tiba-tiba banyak orang yang berlarian ke arah saya, kemudian memeluk dan memukuli saya secara beringas. Bahkan ada yang menggunakan benda-benda di sekitarnya. Saya berusaha menyelamatkan diri dan berhasil lepas dari kerumunan orang lalu melompat pagar. Setelah aman semuanya, saya langsung ke rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan dari tim medis.

Namun, dari versi yang berbeda, menurut Sarabjeet Singh, Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Maruti Suzuki mengatakan bahwa mereka memberikan hukuman sepihak akibat insiden pemukulan tersebut dengan melakukan penangguhan kerja tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu kepada karyawan.

Akibat insiden tersebut, maka juru bicara MSIL, Puneep Dhawan, Rabu malam (18/70 mengatakan bahwa mulai hari ini (19/7) pabrik sementara berhenti produksi karena ada beberapa area pabrik yang terbakar. Menyebabkan SX4 dan swift yang sedang dalam produksi menjadi terhambat pengerjaannya. Beda dengan Ertiga yang sedang menjadi tranding topic masih dalam kondisi aman, karena diproduksi di Gurgaon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here