China Berhasil Mencetak Rekor Dunia Penjualan Mobil

IOTOMOTIF.com – China memang menjadi surga bagi produsen otomotif untuk memasarkan mobil-mobil andalannya. China juga berhasil menjadi negara pertama yang mampu mencetak rekor untuk penjualan mobil. Seperti pada tahun lalu saja, China berhasil mencatatkan penjualan mobil sebanyak 21,98 juta unit. Angka tersebut sudah cukup untuk mengalahkan Amerika yang hanya mencatatkan penjualan sebanyak 15,6 juta unit.

Tidak hanya itu, negeri Tirai Bambu ini juga mencatatkan dirinya menjadi negara pertama yang berhasil menjual lebih dari 20 juta unit kendaraan.

Seperti yang dilansir oleh CBSnews.com, Minggu (2/2/2014), angka penjualan mobil China tahun 2013 meningkat sekitar 14 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara laporan dari IHS Automotive juga memperkirakan penjualan mobil di sana tahun ini akan terus meningkat.

Adapun mobil yang paling laris terjual di negeri Tirai Bambu ini adalah Ford Focus yang berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 403.000 unit, kemudian disusul oleh Volkswagen Lavida, dan Buick Excelle yang diproduksi oleh General Motors.

Sedangkan untuk merek, Volkswagen masih menjadi produsen mobil paling top di China dengan angka penjualan hampir mendekati 2,4 juta unit. Sementara Hyundai tampil mengejutkan dengan berhasi menempati posisi kedua, disusul oleh Toyota, Nissan dan GM yang menempati posisi kelima.

Meskipun penjualan mobil disana sudah mencapai angka 20 juta unit, namun rasio kepemilikan mobil di China masih sangat rendah. Salah satu situs China, Briefing menulis di China total ada sekitar 120 juta kendaraan untuk 1,4 miliar orang. Hal tersebut tentunya kurang dari 100 kendaraan untuk setiap orang.

Bandingkan saja dengan Amerika yang mencapai 800 kendaraan per 1.000 orang. Jadi angka penjualan mobil di China masih bisa terus meningkat bahkan melonjak.

“Bagi mereka yang bekerja di industri otomotif, negara dengan angka penjualan yang kuat adalah China,” ujar Presiden Daimler China Hubertus Troska.

Namun dengan banyaknya jumlah kendaraan di China, tentunya akan menimbulkan efek-efek lain yang kurang sedap, yakni polusi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, mobil sangat begitu populer sehingga mobil berubah dari simbol kehidupan yang baik menjadi kebutuhan sehari-hari,” ujar editor Shanghai Daily Wan Lixin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here