Mobil Murah LCGC Akan Gerus Pasar Mobil Bekas?

Jakarta, IOTOMOTIF.com – Sebentar lagi Konsumen tak perlu lagi harus mengeluarkan uang yang besar untuk mendapatkan mobil baru. Peraturan dalam penjualan mobil low cost green car (LCGC)  telah resmi di sah kan oleh pemerintah. Hanya dengan 80-100 juta mobil baru seperti Daihatsu Ayla dan Toyota Agya sudah dapat di bawa pulang, Lalu ada pula Honda Brio Satya, Datsun Go hingga Suzuki Karimun Wagon R. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan konsumen mengengah ke bawah yang mendambakan mobil baru dengan harga yang terjangkau. Namun peraturan ini membuat posisi mobil bekas semakin terpuruk.  Padahal diskon besar-besaran saja sudah membuat harga mobil bekas tidak stabil. Setelah mobil LCGC terjual harga jual mobil bekas akan semakin terpuruk.

“Harga mobil bekas dengan rentang harga Rp 80 – 100 juta seperti Toyota Great Corolla, Honda Civic Ferio, dan lainnya, pasti akan terkoreksi lagi dengan hadirnya mobil-mobil LCGC. Karena dengan harga yang mirip, konsumen sudah mendapatkan mobil baru. Tentu dengan membeli mobil baru mereka belum memikirkan biaya perawatan, dan lainnya,” ujar Fuad Fuldiyanto, Pemilik gerai mobil bekas Sumber Mas Motor di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

“Saat ini pun mobil jenis sedan seperti Toyota Great Corolla atau Honda Civic Ferio, mulai kurang peminatnya. Beberapa hari lalu ada beberapa pemakai mobil yang ingin menjual mobilnya pada saya. Tapi karena keadaan sekarang pasar mobil bekas lagi sepi, jadi saya tidak berani membeli mobilnya,” jelas Fuad.

“Tapi ada beberapa mobil yang harganya masih lebih bertahan dari pada jenis sedan tahun 90-an itu. Sebut saja Honda Jazz generasi pertama dan Suzuki Karimun Estilo. Harganya masih bertahan dan hanya terkoreksi sedikit,” tambah pria paruh baya itu.

Menurutnya, meski mobil-mobil itu lebih kecil, tapi tahun produksinya lebih muda dibanding sedan produksi tahun 90-an tadi.

Amelia, salah satu pemilik gerai mobil bekas Maxx House Auto di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan pun juga memberikan prediksi yang serupa dengan Fuad. “Harga mobil bekas dengan rentang harga  Rp 80- 100 jutaan pasti akan terkoreksi. Selain karena diskon besar mobil baru, tentu dengan hadirnya mobil-mobil LCGC nanti semakin memperburuk harga jual mobil bekas, Sebut saja, Toyota Yaris G tahun 2006 yang harganya beberapa bulan lalu Rp 120 jutaan turun menjadi Rp 110 jutaan. Menjualnya juga butuh waktu yang cukup lama.” ujarnya.

Terlihat dari hasil wawancara pedagang mobil bekas lebih selektif dalam mengambil mobil bekas. Sedangkan berneda menurut Ferdy Aulia, pemilik gerai mobil bekas RD7 di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan. “Mobil-mobil bekas sedan dengan rentang harga Rp 80 – 100 jutaan akan tetap bertahan. Karena akan tetap ada peminatnya. Meskipun tahun produksinya cenderung sudah lama, tapi fitur dan rasa berkendaranya pasti berbeda.” Hal inilah yang membuat mobil-mobil itu masih banyak beredar saat ini. Rata-rata penggunanya juga enggan untuk bertukar mobil baru kecil dan tidak sesuai kebutuhannya.

Sejauh ini, penjualan mobil bekas di segmen Low MPV yang diisi Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga sanggup bertahan dari gempuran mobil baru. Suzuki Ertiga juga mencapai hasil yang fenomenal mengalahkan penjualan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

Para pedagang mobil bekas tersebut juga memberikan prediksi mengenai nasib pasar low MPV ini, menghadapi serangan baru dari mobil baru LCGC.

“Saya memprediksi, harga bekas Suzuki Ertiga akan bertahan. walau ada mobil baru LCGC Peminatnya cukup banyak saat ini mengalahkan peminat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Ada beberapa orang yang datang ke gerai kami mencari Ertiga dalam kondisi bekas. Tapi karena mobilnya masih baru, jadi unit bekasnya juga jarang,” ujar Fuad.

Amelia menimpali, “Suzuki Ertiga, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia berada di kelas yang sama. Image Toyota masih terlalu kuat untuk Suzuki. Jadi menurut saya harga Toyota Avanza dalam kondisi bekas pun masih bertahan dan tidak terkoreksi.”

“Ketiga mobil tersebut mempunyai peminat masing-masing meski di segmen yang sama. Sehingga akan terbentuk harga sendiri untuk masing-masing mobil tersebut,” lanjut Amelia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here